Detil Artikel

Dari Tumpukan Sampah Plastik di Desa Menjadi Desa Bersih dan Produsen Paving Block

UIN SMH Banten

1 tahun yang lalu

  1. ARTICLE_ATTACHMEMT1596001910

Dari Tumpukan Sampah Plastik di Desa Menjadi Desa Bersih dan Produsen Paving Block

Abstrak

Sampah plastik menjadi momok masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Terbesar kedua di dunia, sampah plastik yang mencemari laut Indonesia pada tahun 2010. Dari fenomena nasional itu, masyarakat Desa Lebak Parahiang bergerak memandirikan dirinya dengan melakukan bersih desa melalui program desa daur ulang sampah. Ada dua jenis sampah yang didaur ulang, yaitu sampah organik dan anorganik.

Pada tahun 2019 Tim LP2M UIN Banten melakukan pendampingan terhadap masyarakat Desa Lebak Parahiang dalam pengabdian desa binaan dengan mendampingi produksi paving block daur sampah. Untuk itu, pengabdian berbasis desa binaan difokuskan pada tiga pertanyaan pengabdian: (1) Mengapa sampah plastik menumpuk di wilayah pedesaan yang seharusnya asri?; (2) apakah masyarakat pedesaan menyadari bahaya sampah plastik yang dapat merusak lingkungan sekaligus dirinya?; dan bagaimana mengolah daur ulang sampah plastik dalam produksi paving block daur plastik?

Dengan metodologi Participatory Action Research (PAR), Tim LP2M UIN Banten mendampingi masyarakat Desa Lebak Parahiang secara partisipatoris untuk mengolah sampah plastik dalam produksi paving block dengan aktivitas pengumpulan sampah plastik dari warga, mesin pencacah plastik, dan cetakan paving block. Dengan pendampingan ini, manfaat nyata tampak pada partisipasi warga dalam pengumpulkan sampah plastik sebagai program bersih desa dan produsen paving block daur sampah.

 

Kata Kunci: Pengolahan sampah plastik, Paving block daur sampah, bersih desa.